Pekerjaan Data Analyst 2026: Tugas & Contoh

November 8, 2023

Pekerjaan Data Analyst 2026: Tugas & Contoh

Pekerjaan data analyst sering jadi alasan kenapa perusahaan bisa tahu produk mana yang paling laris, kapan waktu terbaik untuk promo, atau kenapa penjualan tiba-tiba turun.

Semua itu bukan kebetulan. Di balik keputusan tersebut, ada peran data analyst yang mengolah data menjadi insight yang bisa langsung dipakai bisnis.

Masalahnya, banyak yang masih bingung sebenarnya kerja data analyst itu ngapain? Contoh pekerjaannya apa saja? Dan apakah cocok untuk pemula?

Tenang, di artikel ini kita bahas semuanya dengan cara yang simpel dan mudah dipahami.

Apa Itu Data Analyst?

Pekerjaan data analyst adalah profesi yang bertugas mengolah data menjadi informasi yang bisa membantu perusahaan mengambil keputusan.

Bayangkan kamu punya ribuan data transaksi. Kalau cuma dilihat mentah, ya cuma angka biasa. Tapi data analyst akan mencari pola, membaca tren, dan mengubahnya jadi insight.

Contohnya, produk mana paling laku, pelanggan paling sering beli kapan, dan campaign mana paling efektif. Jadi, data analyst itu bukan sekadar “ngolah angka”, tapi membantu bisnis jadi lebih cerdas dalam mengambil keputusan.

Apa Saja Tugas Data Analyst?

Apa Saja Tugas Data Analyst?

Seorang data analyst memiliki tugas utama yaitu menganalisis data dan menjadikannya wawasan untuk pengambilan keputusan perusahaan. Namun, ada beberapa langkah yang dilakukan data analyst untuk melakukan pekerjaannya.

Berikut tugas seorang data analyst : 

1. Mengumpulkan Data

Pertama, data analyst akan mengumpulkan data terlebih dahulu. Namun sebelum mengumpulkan data, data analyst harus mengetahui tujuan dari analisis tersebut dan apa yang diinginkan oleh stakeholder. Dengan begitu, mereka dapat memilih data apa yang akan dianalisis dan metode analisis apa yang akan dipakai.

Data yang digunakan dapat berasal dari berbagai sumber, baik primer maupun sekunder. Data primer adalah data yang diambil langsung dari terjun ke lapangan seperti wawancara, survey, maupun kuisioner. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperolah dari data yang sudah ada dan juga berdasarkan observasi.

2. Membersihkan Data

Jika data yang dibutuhkan sudah terkumpul, data tersebut masih harus diolah terlebih dahulu karena masih mentah dan tidak bisa langsung digunakan. Data tersebut harus disortir dan dibersihkan.

Masalah yang biasa terjadi pada data yaitu seperti error, penulisan yang salah, terduplikat, dan bisa juga hilang. Di situlah tugas data analyst untuk menghilangkan duplikat, membenarkan penulisan atau ejaan, dan juga membuang data yang tidak valid. 

Data yang kompleks juga dapat disederhanakan agar mudah memudahkan proses selanjutnya, yaitu analisis.

3. Analisis Data

Setelah data yang dikumpulkan telah dibersihkan, maka data tersebut siap dianalisis. Berdasarkan data tersebut, data analyst akan menentukan metoda apa yang digunakan untuk menganalisisnya.

Data analyst menggunakan tools tertentu untuk melakukan analisis. Contohnya seperti bahasa pemrograman Python, R, dan SQL. Tools tersebut dapat membantu untuk menentukan pola dari data tersebut dan juga mengidentifikasi tren.

Menganalisis data menggunakan tools dapat menghasilkan prediks yang tepat sehingga bisa memberikan wawasan untuk pengambilan keputusan bisnis yang baik.

4. Visualisasi Data

Proses terakhir yaitu untuk membuat visualisasi data. Hal ini bertujuan agar hasil analisis dapat dimengerti oleh orang lain, khususnya pemangku kepentingan perusahaan atau stakeholder. 

Visualisasi data dapat berbentuk diagram, grafik, bagan, poin, atau lainnya. Data analyst harus melakukan presentasi hasil analisis dengan visualisasi yang jelas, agar para stakeholder dapat menjalankan proses pengambilan keputusan berdasarkan data.

5 Contoh Pekerjaan Data Analyst

Dengan mengetahui contoh pekerjaan data analyst, Anda dapat memilih pekerjaan yang paling sesuai dengan Anda. Pekerjaan ini cocok untuk Anda jika menyukai hal yang berhubungan data dan analisis.

Berikut 5 contoh pekerjaan data analyst : 

1. Data Scientist

Data scientist adalah profesi yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang kompleks dalam mendukung pengambilan keputusan perusahaan. Skill yang dibutuhkan untuk menjadi data scientist yaitu memiliki pemahaman mendalam mengenai machine learning, statistika, matematika, dan juga ilmu komputer.

Mereka juga merancang dan membangun model prediksi untuk memberikan wawasan kepada perusahaan. Oleh karena itu peran mereka sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan strategi bisnis. Mereka juga sangat berperan dalam pengembangan perusahaan.

2. Business Intelligence Analyst

Business Intelligence (BI) Analyst adalah profesi yang bertanggung jawab untuk memproses data untuk dijadikan informasi yang dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis. Data yang dianalisis tersebut harus divisualisasikan menjadi laporan yang dapat dipahami oleh manajemen.

Menjadi BI analyst memerlukan beberapa skill seperti mengoperasikan Tableau atau Power BI,  menganalisis data, SQL, dan juga kemampuan berkomunikasi dengan baik.

BI analyst dapat berperan menjadi perantara antara tim IT dan bisnis dalam memastikan bahwa data yang dianalisis sesuai dengan kebutuhan bisnis. Mereka juga berperan dalam pertumbuhan bisnis.

3. Marketing Analyst

Marketing Analyst adalah profesi yang bertanggun jawab dalam menganalisis data terkait pemasaran dan tren pasar. Peran ini membantu perusahaan untuk memahami perilaku konsumen, mengukur efektivitas kampanye, dan juga mengidentifikasi peluang pemasaran.

Dengan dilakukan analisa pemasaran, perusahaan dapat mengoptimalkan anggaran untuk pemasaran dan juga mengembangkan strategi pemasaran yang efektif untuk mencapai hasil atau target yang diinginkan.

Seorang marketing analyst perlu memiliki skill khusus seperti SQL, Excel, kemampuan analisis data, dan juga pengetahuan mengetahui tren pasar serta perilaku konsumen.

4. Operations Analyst

Operations analyst adalah profesi yang bertanggung jawab untuk menganalisis data operasional untuk membantu efektifitas dan efesiensi proses operasional perusahaan. Mereka berperan untuk mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi dalam proses peningkatan produktivitas bisnis.

Seorang operations analyst membutuhkan skill seperti kemampuan analisis data, mengoperasikan Excel dan SQL, serta pengetahuan tentang proses dan operasional bisnis.

5. Financial Analyst

Financial analyst adalah profesi yang bertanggun jawab untuk menganalisis data dan membuat laporan keuangan. Hasil analisis tersebut dapat dijadikan wawasan untuk pengambilan keputusan finansial perusahaan. 

Seorang financial analyst harus memiliki pemahaman yang kuat akan keuangan, karena peran mereka dalam membuat keputusan finansial sangatlah kuat. Mereka bertanggung jawab untuk memberikan rekomendasi investasi kepada manajemen dan memprediksi kinerja keungan di masa depan.

6. HR Analyst

HR analyst adalah salah satu contoh pekerjaan data analyst yang berfokus pada pengelolaan dan analisis data sumber daya manusia di dalam perusahaan. 

Seorang HR analyst biasanya menganalisis performa karyawan, mengolah data rekrutmen, serta memantau tingkat turnover untuk membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan mempertahankan talenta terbaik.

Contoh Pekerjaan Data Analyst Sehari-hari

Kalau kamu masuk ke dunia kerja, biasanya aktivitasnya seperti ini:

  • Buka data pakai SQL.
  • Olah data di Excel atau Python.
  • Bikin dashboard di Power BI atau Tableau.
  • Analisis tren bisnis.
  • Presentasi ke tim atau atasan.

Jadi bukan cuma “ngoding” atau “ngitung”, tapi juga komunikasi terutama ke tim atau stakeholder.

Skill yang Harus Dimiliki Data Analyst

Kalau kamu mau masuk ke bidang ini, ada dua jenis skill yang penting.

Hard Skill

  • Excel & SQL.
  • dasar statistik.
  • data visualization.
  • analisis data.

Soft Skill

  • problem solving.
  • critical thinking.
  • komunikasi.
  • teliti (detail-oriented).

Kombinasi dua skill ini yang bikin kamu dilirik perusahaan.

Cara Memulai Karier sebagai Data Analyst

Kalau kamu tertarik, ini langkah realistisnya:

  1. Belajar Excel dulu.
  2. Lanjut ke SQL.
  3. Kenalan dengan Python (opsional tapi bagus).
  4. Buat portfolio project.
  5. Ikut course atau bootcamp.

Mulai Karier Data Analyst Bareng ITBOX

Pekerjaan data analyst bukan cuma tentang angka, tapi tentang bagaimana kamu bisa mengubah data jadi keputusan yang berdampak. Kabar baiknya, kamu tidak harus langsung jago coding atau punya background IT untuk mulai belajar, yang penting adalah paham dasar dan konsisten latihan.

Kalau kamu ingin belajar dengan lebih terarah, ITBOX menyediakan program yang cocok untuk pemula. Kamu bisa mulai dari Kursus Fundamental SQL & Excel untuk memahami dasar-dasar analisis data secara menyeluruh, lalu lanjut ke Kursus Data Analyst agar lebih siap menghadapi kebutuhan di dunia kerja.

Di ITBOX, kamu tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung dengan studi kasus yang relevan. Jadi, kamu bisa lebih percaya diri membangun skill dan mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja sebagai data analyst.

FAQ Seputar Pekerjaan Data Analyst

1. Data analyst pekerjaan seperti apa?

Data analyst adalah pekerjaan yang mengolah data menjadi informasi yang berguna untuk membantu perusahaan mengambil keputusan.

2. Data analyst gajinya berapa?

Gaji data analyst pemula biasanya sekitar 5-8 juta per bulan. Kalau sudah berpengalaman, bisa lebih tinggi tergantung skill dan perusahaan.

3. Apa saja skill yang harus dimiliki data analyst?

Skill dasarnya:

  • Excel dan SQL
  • Analisis data
  • Membaca dan menyajikan data
  • Problem solving

4. Data analyst biasanya jurusan apa?

Biasanya dari jurusan seperti statistika, IT, atau ekonomi. Tapi sebenarnya, siapa pun bisa jadi data analyst selama punya skill yang dibutuhkan.

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill